Kota Batu – Sebagai benteng pertahanan hukum di Kota Batu, keamanan markas (Mako) Polres Batu adalah hal yang mutlak. Menyadari hal ini, Polres Batu baru saja menjalani proses Audit Risk Assessment Sistem Manajemen Pengamanan yang digelar oleh Polda Jawa Timur. Lebih dari sekadar inspeksi rutin, kegiatan ini adalah sebuah pemeriksaan mendalam untuk memastikan setiap sudut Mako aman dari segala potensi risiko. Jum’at (10/10/25)

Pemetaan Risiko untuk Tindakan yang Tepat Sasaran
Wakapolres Batu, Kompol Danang Yudanto, yang mewakili Kapolres, membuka kegiatan dengan penekanan pada esensi dari risk assessment. “Sistem ini bukan mencari kesalahan, tetapi untuk mengetahui dan memetakan risiko. Dengan peta yang jelas, langkah penanganan kita menjadi tepat, terukur, dan efektif,” tegas Danang.
Ia memaparkan, proses assessment ini sangat sistematis, dimulai dari komitmen pimpinan, identifikasi bahaya, hingga penyusunan strategi penanganan risiko. Semuanya dianalisis menggunakan matriks yang mempertimbangkan peluang dan akibat, memastikan tidak ada celah yang terlewat.

Lima Pilar Pengamanan Diuji
Dipimpin oleh AKBP Budi Sulistyanto dari Polda Jatim, tim auditor tidak main-main. Mereka menyoroti lima elemen kunci yang menjadi fondasi keamanan sebuah markas kepolisian:
-
Komitmen Kebijakan: Sejauh mana pimpinan punya kemauan politik untuk menerapkan sistem pengamanan.
-
Pola Pengamanan: Struktur dan prosedur pengamanan di lapangan.
-
Konfigurasi Dukungan: Kesiapan sarana seperti CCTV, alat komunikasi, dan jalur evakuasi.
-
Standar Pelaksanaan: Kepatuhan terhadap SOP yang ada.
-
Monitoring & Evaluasi: Mekanisme untuk terus memperbaiki sistem.

Budi juga mengingatkan pentingnya safety induction bagi tamu dan pendampingan oleh personel yang kompeten selama audit.
Menuju Pelayanan Prima Melalui Lingkungan yang Aman
Di akhir sesi, Kompol Danang menyampaikan harapannya. “Dengan sistem pengamanan yang kokoh, kami tidak hanya melindungi aset dan personel, tetapi juga memastikan layanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan prima, aman, dan efisien,” tambahnya.
Kegiatan yang ditutup dengan survei lapangan dan wawancara ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Polres Batu untuk menjadi lebih adaptif dan profesional, mencerminkan standar keamanan tertinggi dari Polda Jawa Timur.