BATU, MALANG – Kapolsek Ngantang Polres Batu, AKP Eka Yuliandri Aska, bersama anggota mendatangi langsung Tempat Kejadian Perkara (TKP) tanah longsor yang mengakibatkan robohnya Tanggul Penahan Tanah (TPT) di Jalan Provinsi Malang–Kediri, tepatnya di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (28/01/2026).
Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi akibat derasnya arus sungai di sekitar lokasi yang diperparah dengan tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngantang dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut menyebabkan struktur TPT tidak mampu menahan tekanan air dan tanah, sehingga mengalami kerusakan dan akhirnya roboh.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, TPT yang roboh diperkirakan memiliki panjang sekitar ± 15 meter, tinggi ± 5 meter, dan lebar kurang lebih 1,5 meter.
Robohnya TPT tersebut mengakibatkan kerusakan material di sekitar lokasi dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp 50.000.000,-.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa
Mengingat lokasi kejadian berada di Jalan Provinsi Malang–Kediri yang merupakan jalur utama dengan arus lalu lintas cukup padat, Kapolsek Ngantang bersama anggota segera melakukan langkah-langkah awal berupa pengamanan lokasi, pemantauan situasi, serta memberikan himbauan kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas, khususnya saat kondisi hujan.
“Kami bersama anggota langsung mendatangi TKP untuk memastikan kondisi di lapangan dan melakukan langkah pengamanan. TPT yang roboh diperkirakan sepanjang ± 15 meter dengan tinggi ± 5 meter dan lebar sekitar 1,5 meter. Robohnya TPT ini disebabkan oleh derasnya arus sungai serta tingginya intensitas hujan. Akibat kejadian tersebut menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp 50 juta, dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar AKP Eka Yuliandri Aska.
Selain itu, Polsek Ngantang juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat serta instansi terkait guna percepatan penanganan dan perbaikan TPT yang roboh, sekaligus mengantisipasi potensi terjadinya longsor susulan apabila curah hujan kembali meningkat.
Kapolsek Ngantang mengimbau masyarakat sekitar untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau aparat terkait apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Kehadiran Kapolsek Ngantang bersama anggota di lokasi kejadian merupakan bentuk respons cepat Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif pasca kejadian bencana alam.(*)