
KOTA BATU – Kesuksesan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah hukum Polres Batu menuai banjir apresiasi dari berbagai lapisan masyarakat. Sinergitas yang dibangun oleh Polres Batu bersama jajaran Forkopimda dinilai berhasil menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan terkendali di kota wisata tersebut.
Salah satu apresiasi datang dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Bapak Sujud Hariadi, Ia menyatakan bahwa pola pengamanan tahun ini memberikan dampak positif yang sangat signifikan, khususnya bagi sektor pariwisata dan ibadah masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polres Batu, yang telah bekerja keras melaksanakan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sehingga seluruh rangkaian acara berjalan aman, kondusif, dan lancar,” ujar Sujud Hariadi saat ditemui di Kota Batu, Kamis (8/1/2026).
Sujud menambahkan, kehadiran personel kepolisian yang bersiaga di setiap titik strategis, mulai dari tempat ibadah hingga objek wisata, memberikan rasa tenang bagi warga lokal maupun pendatang. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan ibadah Natal yang khidmat serta arus kunjungan wisatawan yang mengalir tanpa kendala berarti.
“Berkat kehadiran dan kesigapan personel di lapangan, para wisatawan dapat berlibur dan menikmati berbagai objek wisata di Kota Batu dengan lancar dan nyaman. Ini sangat krusial bagi citra Kota Batu sebagai destinasi wisata utama,” imbuhnya.
Senada dengan PHRI, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota Batu juga mengakui bahwa kolaborasi antara kepolisian, TNI, dan Pemerintah Kota Batu dalam mengatur arus lalu lintas serta keamanan lingkungan patut diacungi jempol. Meskipun volume kendaraan meningkat tajam, kemacetan panjang yang dikhawatirkan sebelumnya dapat terurai dengan baik melalui rekayasa lalu lintas yang efektif.
Keberhasilan ini menjadi catatan positif bagi Polres Batu di bawah kepemimpinan AKBP Andi Yudha Pranata dalam mengawali tahun 2026, sekaligus membuktikan bahwa sinergi lintas sektoral adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah selama libur panjang nasional.