Batu, Malang – Upaya nyata dalam mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dilakukan secara sinergis di Desa Waturejo.
Bertempat di Balai Desa Waturejo, Dusun Watukidul, Jum’at (12/12/2025) dilaksanakan koordinasi penting yang melibatkan seluruh komponen kunci desa guna menetapkan lokasi pendirian Koperasi Merah Putih.
Koordinasi strategis ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah untuk perbaikan ekonomi kerakyatan.
Hadir kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama adalah perwakilan Tiga Pilar Desa, yaitu Aipda Samsul selaku Bhabinkamtibmas Desa Waturejo Polsek Ngantang, Kusmanhadi selaku Kepala Desa Waturejo, dan Serda Vitra Yudha selaku Babinsa Desa Waturejo Koramil Ngantang.
Mereka berkolaborasi erat dengan pengurus koperasi dan lembaga desa, yaitu Bapak Suharno (Ketua Pengurus Koperasi Merah Putih), Bapak Siswantoro (Ketua LPMD), dan Bapak Priyanto (Anggota BPD).
Dalam sambutannya, Kepala Desa Waturejo, Kusmanhadi, menegaskan bahwa pendirian Koperasi Merah Putih ini adalah sebuah kemajuan besar bagi desa.
“Koperasi ini bukan sekadar wadah, tapi menjadi tulang punggung ekonomi baru bagi warga kami, terutama para pelaku UMKM yang selama ini berjuang sendiri. Dengan koperasi, akses permodalan, pemasaran, dan pelatihan bisa lebih terstruktur dan merata,” ujarnya.
Bhabinkamtibmas, Aipda Samsul, menekankan aspek keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) dalam pengelolaan koperasi ke depan.
Ia menyoroti pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan yang aman dari potensi penyimpangan.
“Kami dari Polsek Ngantang siap mendukung penuh dan mengawal proses ini. Koperasi harus dikelola dengan prinsip kejujuran dan profesionalisme agar benar-benar mensejahterakan anggota, bukan menjadi sumber konflik baru,” tegas Aipda Samsul.
Sementara itu, Serda Vitra Yudha selaku Babinsa menambahkan perspektif kebersamaan dan gotong royong.
“Kekuatan koperasi ada pada kolektivitas anggotanya. Mari kita sukseskan program pemerintah ini dengan semangat Bela Negara di bidang ekonomi. Babinsa akan terus memantau dan mendorong partisipasi aktif warga, khususnya dalam pengawasan dan pemanfaatan koperasi,” ujar Serda Vitra.
Bapak Suharno selaku Ketua Pengurus Koperasi Merah Putih memaparkan visi dan rencana kerja koperasi.
Beliau menyampaikan bahwa lokasi yang akan dipilih mempertimbangkan aksesibilitas bagi seluruh warga, terutama dari dusun-dusun lain di Desa Waturejo.
“Lokasi harus strategis, mudah dijangkau, dan representatif sebagai pusat layanan ekonomi warga. Ini adalah amanah besar bagi kami untuk mengelola aset bersama ini,” jelas Suharno.
Proses diskusi berlangsung demokratis dan aspiratif dengan masukan berharga dari Ketua LPMD Bapak Siswantoro dan Anggota BPD Bapak Priyanto.
Mereka menyoroti pentingnya memperhatikan aspek legalitas, kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) Desa, serta manfaat sosial yang harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Setelah melalui pembahasan mendalam yang mempertimbangkan berbagai aspek teknis, administratif, dan sosial, forum koordinasi akhirnya menyepakati lokasi definitif untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih Desa Waturejo.
Sinergi yang terbangun antara Tiga Pilar Desa, pengurus koperasi, dan lembaga desa ini merupakan modal sosial yang kuat untuk mewujudkan Desa Waturejo yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan ekonomi berbasis koperasi dan UMKM.(*)