Kota Batu – Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan konkret terhadap masyarakat yang aktif menjaga kelestarian hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur menyerahkan bantuan Alat Ekonomi Produktif (AEP) dan alat komunikasi kepada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
Penyerahan yang merupakan puncak dari kegiatan “Sapa Masyarakat Konservasi” ini dilaksanakan di Taman Hutan Rakyat (Tahura) R. Suryo Cangar, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (04/12/2025), dan dihadiri oleh sekitar ±200 orang.
Kegiatan ini menegaskan komitmen kuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam upaya konservasi dan pencegahan kebakaran hutan.
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Dr. Ir. Djumadi, M.Mt.; Kapolsek Bumiaji Polres Batu, AKP Anton Hendry Subagijo, S.H., mewakili Kapolres Batu; Danramil Bumiaji, Kapten CLH Pratikno; perwakilan BPBD Kota Batu; beserta kepala desa dan perwakilan dari desa penyangga hutan.
Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa.
Suasana semakin meriah dengan penampilan akustik musik yang membawakan lagu “Lestari” ciptaan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan semua pihak akan pentingnya menjaga alam.
Dalam laporannya, Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Ibu Sulistio Wati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk terima kasih kepada masyarakat, khususnya desa penyangga, yang telah berkomitmen dan aktif dalam kegiatan konservasi, pencegahan kebakaran hutan, serta pemulihan ekosistem.
“Bantuan ini adalah apresiasi kepada masyarakat yang sudah mampu mengendalikan kebakaran hutan dan sebagai sarana untuk meningkatkan perekonomian yang berkelanjutan. Penerima bantuan adalah kelompok dari desa penyangga yang telah menunjukkan komitmen tinggi,” jelas Sulistio Wati.
Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kehutanan, Dr. Ir. Djumadi, M.Mt, terdiri dari 1 unit mesin penghancur plastik yang diberikan kepada Desa Ketapangrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, untuk mendukung pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
Selain itu, diserahkan pula 6 unit alat komunikasi Handy Talky (HT) kepada relawan MPA untuk memperlancar koordinasi dalam pemantauan dan pencegahan dini kebakaran hutan.
Bantuan ini bersumber dari anggaran tahun 2025 untuk sub-kegiatan Sumber Daya Hayati.
Dalam sambutan dan pengarahannya, Dr. Ir. Djumadi, M.Mt., menekankan bahwa kegiatan ini adalah momentum penting di tengah maraknya bencana alam di berbagai daerah.
“Kegiatan ini adalah bagian dari menjaga kelestarian hutan. Kita berharap agenda ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Kelestarian alam inilah yang akan menjaga kita,” ujarnya.
Djumadi juga menekankan pendekatan kolaboratif dan preventif, bukan represif, dalam pengelolaan hutan.
“Kita tidak ingin berlaku represif terhadap warga yang melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Dengan merawat dan melestarikan hutan, serta memberdayakan masyarakat di sekitarnya, kita berharap tidak ada lagi warga yang terpaksa melakukan pelanggaran hukum,” imbuhnya.
Dia juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana, dengan menyebut telah berkoordinasi dengan BPBD setempat mengenai beberapa lokasi dengan kemiringan tebing yang berpotensi bahaya.
Kehadiran Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendry Subagijo, S.H., dalam kegiatan ini memperkuat pesan sinergi kamtibmas dengan kelestarian lingkungan.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat sangat terkait dengan kelestarian lingkungan. Kami dari Polri siap mendukung penuh setiap upaya pemberdayaan masyarakat dan pencegahan yang dapat mengganggu ekosistem, termasuk kebakaran hutan. MPA adalah mitra strategis kami di lapangan,” tutur Kapolsek mewakili Kapolres Batu.
Kegiatan Sapa Masyarakat Konservasi ini tidak hanya menjadi ajang penyerahan bantuan, tetapi juga penguatan jejaring dan komitmen bersama semua pemangku kepentingan untuk menjaga Tahura R. Suryo Cangar sebagai paru-paru dan sumber kehidupan masyarakat Jawa Timur.
Dukungan alat ekonomi dan komunikasi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas patroli pencegahan kebakaran sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar hutan.(*)